Ketua TP PKK Hj Maya Savitri Shalahuddin Ajak Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Cegah Stunting
LOMBA CIPTA MENU B2SA-TP PKK Barito Utara menggelar kegiatan lomba cipta menu B2SA di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Kamis (15/10/2026).
Muara Teweh – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, mengajak masyarakat untuk semakin kreatif memanfaatkan potensi pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung pencegahan stunting.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Berbasis Sumber Daya Lokal Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, Kamis (15/10/2026).
Maya menyampaikan bahwa lomba cipta menu B2SA merupakan salah satu upaya mendorong diversifikasi pangan lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola konsumsi yang sehat dan bergizi.
Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia sekaligus fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing. Karena itu, masyarakat perlu didorong untuk tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan pangan, khususnya beras, tetapi juga memanfaatkan berbagai sumber pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.
Kabupaten Barito Utara memiliki beragam potensi pangan yang berasal dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Berbagai bahan pangan tersebut dapat diolah menjadi hidangan yang menarik, bergizi, aman dikonsumsi, serta memiliki nilai ekonomi.
“Pangan lokal bukan sekadar makanan tradisional, melainkan kekayaan daerah yang dapat dikembangkan menjadi sumber pangan yang sehat, aman, bergizi, dan bernilai ekonomi,” demikian pesan yang disampaikan Maya dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, upaya diversifikasi pangan sejalan dengan tema kegiatan tahun ini, yakni “Kreasi Pangan Lokal B2SA, Kuatkan Ketahanan Pangan, Wujudkan Generasi Emas 2045.” Tema tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan lokal sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.
Selain mendukung ketahanan pangan, Maya menekankan pentingnya penerapan pola konsumsi B2SA dalam mendukung pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Barito Utara.
Menurutnya, pencegahan stunting memerlukan komitmen bersama dari pemerintah daerah, TP PKK, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat. Dalam hal ini, keluarga memiliki peran penting karena menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal makanan dan membentuk kebiasaan makan yang sehat.
Ia juga mengajak para ibu dan kader PKK di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemenuhan gizi, pemanfaatan pangan lokal, serta pentingnya menyediakan makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
Maya berharap menu yang ditampilkan dalam lomba tidak hanya menjadi ajang kompetisi kreativitas, tetapi juga dapat menginspirasi keluarga untuk menyediakan hidangan sehat yang praktis, terjangkau, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dari sembilan kecamatan dan organisasi wanita Kabupaten Barito Utara yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia juga mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Utara, panitia penyelenggara, dewan juri, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya lomba cipta menu B2SA.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Barito Utara berharap kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi pangan yang beragam dan bergizi semakin meningkat. Pemanfaatan potensi pangan lokal diharapkan menjadi kebiasaan dalam keluarga sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, aktif, produktif, dan berkualitas menuju Generasi Emas 2045.(Ph)
