Dinas Pertanian Barito Utara Siapkan Bantuan Benih Jagung Hibrida untuk 1.773 Hektare Lahan
PANEN JAGUNG HIBRIDA-Bupati H Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, mewakili unsur FKPD, asisten sekda, kepala perangkat daerah dan Poktan Sinar Harapan di Desa Mampuak I, Kecamatan Teweh Timur melaksanakan panen bersama jagung hibrida, Selasa (20/10/2026)
Muara Teweh – Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara terus mendorong peningkatan produksi jagung hibrida sebagai salah satu komoditas unggulan daerah untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, H. Adi Haryadi, S.Pi., M.Si., dalam laporannya pada kegiatan Panen Bersama Jagung Hibrida di lahan Kelompok Tani Sinar Harapan, Desa Mampuak I, Kecamatan Teweh Timur, Selasa (20/10/2026).
Adi Haryadi menyampaikan bahwa produksi jagung di Kabupaten Barito Utara menunjukkan peningkatan. Pada 2025, produksi jagung tercatat mencapai 6.566 kilogram atau sekitar 6,56 ton, sedangkan pada 2026 hingga September mencapai 8.871 kilogram atau sekitar 8,87 ton.
Menurutnya, peningkatan produksi tersebut perlu terus didorong melalui dukungan pemerintah, penyediaan benih unggul, sarana produksi, serta penguatan pendampingan kepada petani.
Pada 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara menerima bantuan benih jagung hibrida varietas Maxxi.2 dari pemerintah pusat sebanyak 22.500 kilogram untuk lahan seluas 1.500 hektare.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan benih pada sisa lahan seluas 1.773 hektare, Dinas Pertanian menyiapkan pengadaan benih sebanyak 26.600 kilogram atau 26,6 ton melalui anggaran perubahan tahun 2026.
Benih tersebut direncanakan disalurkan ke sentra-sentra produksi jagung, terutama Kecamatan Teweh Timur dan Kecamatan Gunung Timang, serta sebagian wilayah kecamatan lainnya.
Adi Haryadi juga mengungkapkan, Kabupaten Barito Utara pernah menjadi daerah penghasil jagung terbesar di Kalimantan Tengah pada 2017, dengan luas lahan mencapai sekitar 17.174 hektare. Namun, luas lahan pertanaman jagung mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan menjadi kawasan perumahan dan perkebunan kelapa sawit.
Selain persoalan lahan, petani juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya sulitnya memperoleh benih karena belum tersedianya penangkar, fluktuasi harga jual jagung pipilan kering, belum adanya pabrik pengolahan dan gudang penyimpanan, serta keterbatasan sarana dan prasarana pertanian.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Pertanian terus mengupayakan intensifikasi dan perluasan areal tanam, peningkatan sarana fisik pertanian, penyediaan sarana produksi, serta pengadaan alat dan mesin pertanian.
Dalam kegiatan panen bersama tersebut, turut hadir perwakilan pengurus dan anggota kelompok tani penerima bantuan benih jagung hibrida, pupuk, obat-obatan, serta alat dan mesin pertanian.
Adi Haryadi berharap dukungan dan sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dapat semakin memperkuat pengembangan komoditas jagung di Barito Utara.
Melalui berbagai upaya tersebut, pembangunan sektor pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menjaga keberlangsungan sentra produksi jagung, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Barito Utara. (Ph)
