Jurnalis Metro

Satu Wadah Informasi

Waspadai Kemarau Kering 2026, DPRD Kalteng Tekankan Langkah Preventif Karhutla

PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah pada 2026 mulai mendapat sorotan serius. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan musim kemarau yang diprediksi lebih kering dan berlangsung lebih lama dari tahun sebelumnya.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Hero Harapanno Mandouw, menegaskan bahwa kesiapan harus dilakukan sejak dini guna menekan potensi kebakaran yang kerap terjadi saat puncak kemarau.

“Perkiraan kondisi cuaca yang lebih kering ini harus diantisipasi bersama. Jika tidak disiapkan dari sekarang, risiko karhutla akan meningkat,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Kalimantan Tengah diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei hingga Juni 2026. Durasi kemarau yang lebih panjang dinilai berpotensi memperbesar munculnya titik panas di sejumlah daerah rawan.

Hero menekankan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Ia mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berisiko memicu api, termasuk pembakaran sampah secara sembarangan.

Selain itu, DPRD mendorong pemerintah daerah memperkuat langkah antisipatif di lapangan. Upaya tersebut antara lain melalui peningkatan patroli di wilayah rawan kebakaran, penguatan sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak dan sanksi hukum, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan.

“Peralatan harus dipastikan dalam kondisi siap, termasuk sumber air dan mesin pemadam. Jangan sampai penanganan terlambat karena kendala teknis,” tegasnya.

Ia juga berharap sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan hingga masyarakat, dapat berjalan optimal untuk mencegah terulangnya bencana kabut asap yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas ekonomi.

Dengan langkah antisipasi yang terencana, DPRD Kalteng optimistis potensi karhutla selama musim kemarau 2026 dapat ditekan seminimal mungkin.