Tanggapan DPP KWD Dusmala Nasional Terhadap Pernyataan BL
PALANGKA RAYA. Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kerukunan Warga Dayak Dusun Maanyan dan Lawangan (KWD Dusmala) Nasional memberikan tanggapan terkait pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Umum Kerukunan Keluarga Dayak Dusun Maanyan Lawangan dan Dusun Taboyan Bayan dan Malang (KKD Dusmala Tabama) Provinsi Kalimantan Tengah, Bias Layar.
Dalam sebuah pemberitaan di media online, Bias Layar menyatakan ketidakakuaan terhadap kepemimpinan Ketua Umum KWD Dusmala Nasional, Pancani Gandrung. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua II DPP KWD Dusmala Nasional, Pahit S Narottama, menegaskan bahwa KWD Dusmala Nasional dan KKD Dusmala Tabama adalah dua organisasi yang berbeda.
“Dusmala didirikan oleh para tokoh pendiri pada tahun 1967 sebagai wadah kebersamaan warga asal Barito di Palangka Raya, sedangkan KKD Dusmala Tabama adalah organisasi baru yang dibentuk oleh Bias Layar pada tahun 2024 untuk kepentingan pribadi tertentu,” ujar Pahit S Narottama pada Selasa (13/8/2024).
Pahit menjelaskan bahwa penunjukan Pancani Gandrung sebagai Ketua Umum KWD Dusmala Nasional bukanlah keputusan yang diambil secara sembarangan. Para sesepuh yang tergabung dalam Dewan Pembina dan Dewan Penasihat telah melalui proses musyawarah panjang sebelum menetapkan kepemimpinan tersebut.
KWD Dusmala Nasional, lanjutnya, merupakan hasil musyawarah besar pada tahun 2010 yang dihadiri oleh banyak warga Dusmala dari berbagai daerah di Indonesia. Musyawarah ini bertujuan untuk mengakomodasi kepentingan dan menjaga kerukunan warga Dusmala di manapun mereka berada.
Dalam musyawarah tersebut, dr. Don F Leiden terpilih sebagai Ketua Umum dan Fitroni Arsianto sebagai Sekretaris Umum. Namun, pada tahun 2017, Fitroni menyatakan mundur dan digantikan oleh Riduanto sebagai Sekretaris Umum. Selama periode tersebut, Don F Leiden dan Riduanto berupaya membereskan berkas administrasi organisasi, termasuk membuat dan mencatatkan AD/ART dalam bentuk Akta Notaris, meskipun belum didaftarkan ke Kemenkumham.
Seiring waktu, pada 18 Februari 2024, Dewan Pembina dan Dewan Penasihat KWD Dusmala meminta Pancani Gandrung untuk bersedia menjadi Ketua Umum. Meskipun awalnya Pancani menawarkan posisi tersebut kepada Bias Layar, namun Bias menolak. Akhirnya, Pancani meminta kepastian dukungan dari para sesepuh untuk melanjutkan organisasi sesuai harapan.
“Dewan Pembina, Dewan Penasihat, dan sejumlah Pengurus DPP KWD Dusmala Nasional sepakat menunjuk Ibu Pancani Gandrung sebagai Ketua Umum DPP KWD Dusmala Nasional,” tegas Pahit S Narottama.(JM)

Tinggalkan Balasan