Jurnalis Metro

Satu Wadah Informasi

Jalan Nasional di DAS Barito Rusak Parah, DPRD Kalteng Minta Penanganan Permanen

PALANGKA RAYA — Kondisi infrastruktur jalan nasional di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Kalimantan Tengah, dilaporkan mengalami kerusakan serius dan meluas. Situasi ini tidak hanya mengganggu kelancaran distribusi barang dan jasa, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di sejumlah titik rawan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, mendesak pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) agar segera melakukan penanganan komprehensif. Ia menilai, pola perbaikan yang selama ini dilakukan masih bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.(13/04)

Menurutnya, kerusakan jalan terjadi di sejumlah wilayah strategis, meliputi Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, hingga Murung Raya. Kondisi tersebut dinilai sudah tidak layak ditangani dengan metode tambal sulam yang kerap tidak bertahan lama.

Sorotan khusus diberikan pada ruas Muara Teweh–Puruk Cahu, terutama di Kilometer 52. Berdasarkan temuan di lapangan, bagian tersebut mengalami kerusakan struktural yang cukup berat sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Kerusakan di titik ini sudah masuk kategori darurat karena berisiko tinggi terhadap keselamatan. Jalan tersebut merupakan jalur utama, namun kondisinya menyempit dan tidak stabil,” ujar Sirajul.

Tidak hanya ruas jalan, kondisi jembatan di wilayah Bitan juga menjadi perhatian. Struktur jembatan dilaporkan mengalami penurunan kualitas dan kerap tergenang air saat curah hujan tinggi, sehingga memperbesar potensi kecelakaan.

Di sisi lain, DPRD Kalteng turut menyoroti lambannya progres pembangunan ruas Sungai Hanyu–Puruk Cahu. Proyek yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah itu dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Sirajul mengingatkan agar proyek tersebut tidak berujung mangkrak, mengingat perannya yang vital dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Barito.

Ia menegaskan, meskipun pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah DAS Barito harus tetap menjadi prioritas nasional.

“Infrastruktur ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Penanganannya tidak bisa ditunda karena berdampak langsung pada mobilitas dan keselamatan warga,” katanya.

DPRD Kalteng berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret dan terukur agar kerusakan jalan tidak semakin meluas serta dapat memberikan jaminan keselamatan bagi pengguna jalan di wilayah tersebut.