Dugaan Malpraktik di RSUD Palangka Raya, Bayi Meninggal Usai Operasi
PALANGKA RAYA – Dugaan malpraktik kembali terjadi di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Seorang bayi berusia beberapa minggu meninggal setelah menjalani operasi. Keluarga korban menilai ada kejanggalan dalam penanganan rumah sakit.
Afner Juliwarno (35), ayah korban, menceritakan kronologis kejadian tersebut. Berawal saat istrinya melahirkan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palangka Raya pada 9 Januari lalu. Sang bayi lahir dalam kondisi lemah dan kesulitan buang air besar.
Karena itu, 3 hari kemudian bayi tersebut dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus. Setelah dirawat beberapa hari, dokter menyarankan untuk operasi. Keluarga menyetujuinya karena diyakinkan itu satu-satunya cara menyelamatkan bayi.
“Kami tanda tangan persetujuan operasi seperti saran dokter. Kan kami orang awam, ya menurut saja,” kata Afner.
Namun setelah operasi, kondisi bayi semakin menurun. Selang oksigen kerap lepas, perban operasi juga terbuka. Tak lama kemudian, sang bayi pun mengembuskan nafas terakhir pada 25 Januari, sepekan usai dioperasi.
“Yang aneh, diagnosa bayi kami berubah-ubah. Dari semula Megacolon Congenital, jadi Atresia Ani setelah operasi,” ujarnya.
Afner menilai ada kelalaian serius dan malpraktik dalam kasus ini. Sebab, pascaoperasi, bayinya juga tidak dimasukkan ke ruang ICU, melainkan ruang perawatan biasa.
“Saat meninggal, banyak darah keluar dari selang. Saya juga kaget lihat bekas luka besar di perutnya,” tuturnya.
Atas kejadian itu, Afner bersama keluarga sudah melaporkan kasusnya ke Polda Kalteng dan DPRD setempat. Mereka berharap ada penyelidikan menyeluruh agar kasus serupa tak terulang lagi.
Sementara itu, RSUD Doris Sylvanus belum memberi penjelasan resmi soal insiden tersebut. Pihaknya hanya menyatakan akan menyampaikan keterangan lewat bagian humas.

Tinggalkan Balasan