DPRD Kalteng Tegaskan Komitmen Perkuat Modal, SDM, dan Digitalisasi Bank Kalteng di 2026
PALANGKA RAYA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (DPRD Kalteng) menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan Bank Kalteng dalam menghadapi tantangan ekonomi dan perkembangan teknologi pada 2026. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama jajaran direksi Bank Kalteng di Ruang Komisi I DPRD Kalteng, Kamis (22/01/2026).
Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Muhajirin, menyatakan bahwa penguatan modal, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan percepatan digitalisasi layanan menjadi tiga pilar utama yang harus segera ditingkatkan agar Bank Kalteng mampu bersaing dengan bank pembangunan daerah lainnya di Indonesia.
“Modal yang kuat akan menjadi fondasi bagi Bank Kalteng untuk memperluas layanan. SDM yang unggul memastikan kualitas pelayanan tetap prima, sementara digitalisasi adalah kunci agar tidak tertinggal dalam era teknologi finansial,” ujarnya.
Selain penguatan struktur permodalan dan kapasitas internal, DPRD Kalteng juga menekankan pentingnya inovasi layanan berbasis digital, termasuk pengembangan uang elektronik (e-money) dan mobile banking yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah ini dinilai krusial untuk memberikan kemudahan transaksi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap bank daerah tersebut.
Komisi I DPRD Kalteng turut menyoroti hasil kunjungan kerja ke sejumlah provinsi seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten. Dalam kunjungan itu, bank pembangunan daerah setempat dinilai telah lebih maju dalam penerapan digitalisasi layanan perbankan. Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran strategis untuk mempercepat transformasi digital Bank Kalteng.
DPRD Kalteng menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang akan ditempuh manajemen Bank Kalteng. Dengan penguatan menyeluruh pada aspek permodalan, SDM, dan teknologi, Bank Kalteng diharapkan mampu menjadi pionir layanan perbankan modern di Kalimantan Tengah serta berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026.

Tinggalkan Balasan