DPRD Kalteng Dorong Pembangunan Tak Lagi Terpusat di Perkotaan
PALANGKA RAYA, 19 Juli 2026 — Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan kesenjangan antardaerah.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, mengatakan pembangunan daerah harus dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara proporsional oleh masyarakat, baik yang berada di kawasan perkotaan maupun pedalaman.
Menurutnya, pembangunan yang hanya terkonsentrasi di pusat-pusat kota berpotensi memperlebar ketimpangan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan program pembangunan menjangkau wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses dan pelayanan.
“Setiap wilayah memiliki kondisi, kebutuhan, serta potensi yang berbeda. Kebijakan pembangunan harus mampu menyesuaikan dengan karakter masing-masing daerah agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Abdul Hafid menilai pemerataan pembangunan juga memiliki keterkaitan erat dengan penguatan ekonomi daerah. Ketika akses infrastruktur dan pelayanan publik semakin merata, masyarakat akan memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan aktivitas ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup.
Ia menyebut pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Sektor pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat juga harus mendapat perhatian yang berkelanjutan agar pembangunan menghasilkan dampak jangka panjang.
Di sisi lain, peningkatan konektivitas antarwilayah perlu menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan Kalteng. Infrastruktur yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya dinilai dapat memperlancar distribusi barang dan jasa, membuka akses terhadap investasi, serta mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal.
Abdul Hafid menegaskan, ukuran keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya dilihat dari kemajuan kawasan perkotaan. Indikator yang lebih penting adalah sejauh mana masyarakat di berbagai pelosok daerah memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati hasil pembangunan.
Karena itu, ia mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi serta sinergi dalam menyusun dan menjalankan program pembangunan yang berorientasi pada pemerataan.
Dengan pembangunan yang lebih inklusif, kata dia, pertumbuhan Kalimantan Tengah diharapkan tidak hanya berlangsung di pusat-pusat ekonomi, tetapi juga tumbuh di berbagai wilayah sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih adil dan berkelanjutan.

