DPRD Kalteng Dorong Pariwisata Jadi Penggerak UMKM dan Ekonomi Masyarakat
PALANGKA RAYA, 28 Juli 2026 – Pengembangan sektor pariwisata di Kalimantan Tengah dinilai perlu dibarengi dengan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar pertumbuhan ekonomi yang tercipta dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Wengga Febri Dwi Tananda, mengatakan pariwisata dan UMKM memiliki keterkaitan erat dalam mendorong perputaran ekonomi daerah.
Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan akan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, hingga berbagai layanan yang menunjang kebutuhan wisatawan.
“Pariwisata dan UMKM saling berkaitan. Jika pariwisata berkembang, UMKM pasti ikut bergerak,” ujar Wengga belum lama ini.
Politikus Partai Gerindra tersebut menilai pengelolaan destinasi wisata tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan. Pengembangan juga harus dilakukan secara serius, terencana, dan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Keterlibatan masyarakat lokal, kata dia, penting agar aktivitas ekonomi yang tumbuh dari sektor pariwisata tidak berhenti pada pengelola destinasi, tetapi turut menciptakan sumber pendapatan baru bagi pelaku usaha di daerah.
Wengga menyebut Kalimantan Tengah memiliki potensi wisata alam dan budaya yang besar. Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kebijakan yang membuka ruang lebih luas bagi UMKM untuk mengambil bagian dalam rantai ekonomi pariwisata.
“UMKM merupakan salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan. Karena itu, pelaku usaha lokal harus dilibatkan dalam pengembangan kawasan wisata,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan usaha kuliner, produk kerajinan, serta berbagai jasa pendukung menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman wisata yang nyaman sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Untuk memperkuat keterkaitan kedua sektor tersebut, Wengga mendorong pemerintah daerah meningkatkan pembinaan UMKM secara berkelanjutan. Pembinaan tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan dan standardisasi, penguatan pemasaran, hingga perluasan akses permodalan.
Menurutnya, peningkatan kapasitas UMKM menjadi penting agar produk lokal mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan wisatawan yang semakin beragam.
“UMKM yang kuat dan berdaya saing akan meningkatkan kepuasan wisatawan. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

