Melestarikan Budaya di Tengah Derasnya Arus Zaman: Upaya DPRD Murung Raya Menghidupkan Warisan Leluhur
PURUK CAHU. Di tengah derasnya laju modernisasi dan kemajuan teknologi, menjaga dan melestarikan budaya lokal semakin menjadi tantangan. Namun, semangat untuk mempertahankan warisan leluhur tetap menyala di hati para pemimpin dan masyarakat Kabupaten Murung Raya (Mura).
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mura, Susilo SE, menjadi salah satu tokoh yang gencar menyerukan pentingnya pelestarian budaya lokal di wilayah yang dikenal dengan moto Tira Tangka Balang ini. Dalam sebuah wawancara, Susilo mengajak seluruh lapisan masyarakat, bersama pemerintah daerah, untuk bersatu padu menjaga kekayaan budaya yang ada di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.
“Budaya lokal adalah identitas kita. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, budaya ini bisa tergerus jika tidak kita lestarikan. Generasi penerus harus sadar betapa pentingnya budaya tersebut, dan melestarikannya adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar politisi dari Partai Demokrat ini, Senin,(16/09/2024).
Susilo juga menekankan bahwa salah satu cara efektif untuk menjaga budaya adalah dengan mengangkatnya ke permukaan melalui berbagai kegiatan. Pemerintah daerah, katanya, bisa menyelenggarakan festival, event kebudayaan, atau kegiatan lain yang mempromosikan kekayaan budaya lokal. Dengan begitu, budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diperkenalkan kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa pelestarian budaya juga bisa menjadi jalan strategis untuk mempromosikan Kabupaten Murung Raya sebagai destinasi wisata berbasis kebudayaan. “Dengan memanfaatkan potensi budaya kita, pariwisata daerah ini bisa semakin berkembang. Budaya lokal bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” jelasnya.
Seruan ini tidak hanya sekadar wacana, tetapi menjadi sebuah panggilan untuk menjaga jati diri Kabupaten Murung Raya agar terus dikenal dari masa ke masa. Bagi masyarakat setempat, menjaga budaya lokal bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga upaya untuk tetap terkoneksi dengan akar dan warisan leluhur.(JM)

Tinggalkan Balasan