Jurnalis Metro

Satu Wadah Informasi

Rp10 Miliar Disiapkan untuk Lanjutkan Pengaspalan Jalan Patung-Hayaping

TAMIANG LAYANG — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk melanjutkan pekerjaan pengaspalan ruas Jalan Patung-Hayaping di Kabupaten Barito Timur pada 2026.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Ampera AY Mebas, mengatakan pembangunan ruas jalan tersebut menjadi salah satu agenda yang terus mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut dia, pekerjaan pengaspalan Jalan Patung-Hayaping akan kembali dilanjutkan tahun ini. Kepastian tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur di Tamiang Layang, Sabtu (8/8/2026).

“Pengerjaan pengaspalan Jalan Patung-Hayaping akan dilanjutkan pada tahun 2026,” kata Ampera.

Ia menilai peningkatan kualitas jalan tidak hanya berdampak terhadap kelancaran mobilitas warga, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat distribusi komoditas pertanian dan perkebunan. Infrastruktur yang semakin baik diharapkan dapat memangkas hambatan transportasi dari sentra produksi menuju pusat perdagangan.

Di sisi lain, Ampera mendorong agar pembangunan infrastruktur diikuti dengan penguatan sektor pertanian dan perkebunan. Salah satunya melalui keberlanjutan program bantuan bibit kelapa sawit kepada kelompok tani dengan dukungan anggaran sekitar Rp1 miliar.

Namun, menurut dia, intervensi pemerintah tidak cukup berhenti pada penyediaan bibit. Pengembangan industri pengolahan juga diperlukan agar hasil produksi petani memiliki pasar yang lebih pasti sekaligus menghasilkan nilai tambah.

“Kita akan mendorong pembangunan pabrik CPO mini. Hasil panen kelompok tani nantinya dapat diserap langsung oleh pabrik tersebut,” ujarnya.

Selain industri pengolahan sawit, Ampera juga merancang pembangunan pabrik karet di kawasan strategis Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mendekatkan akses pasar sekaligus memperluas penyerapan produksi karet masyarakat.

“Pabrik ini bisa menampung hasil petani dari Barito Utara maupun Barito Selatan,” jelasnya.

Ampera menegaskan pembangunan jalan dan pengembangan sektor perkebunan perlu dirancang sebagai satu kesatuan. Infrastruktur yang memadai akan memperlancar arus distribusi hasil produksi, sedangkan industri pengolahan dapat memperkuat posisi komoditas petani dan meningkatkan nilai ekonominya.

Ia berharap rangkaian program tersebut dapat memberikan dampak yang lebih konkret terhadap peningkatan produktivitas, konektivitas, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Barito Timur.