Faridawaty Dorong Pemerataan Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Pembangunan Kalteng
PALANGKA RAYA, 8 Agustus 2026 – Pemerataan akses pendidikan dan kesehatan dinilai perlu menjadi perhatian utama dalam arah pembangunan Kalimantan Tengah sepanjang 2026. Pembangunan daerah tidak cukup hanya ditandai dengan peningkatan infrastruktur, tetapi juga harus diikuti penguatan kualitas sumber daya manusia hingga ke wilayah pedalaman.
Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, mengatakan pembangunan fisik dan pembangunan manusia harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
“Pembangunan tidak cukup hanya diwujudkan melalui peningkatan infrastruktur, tetapi harus disertai penguatan kualitas sumber daya manusia di seluruh wilayah, termasuk kawasan pedalaman,” kata Faridawaty.
Menurutnya, pemerataan fasilitas pendidikan, ketersediaan tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta berbagai layanan dasar menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.
Ia menilai masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang layak. Jangan sampai pembangunan dan pelayanan publik hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan.
“Pembangunan harus seimbang antara fisik dan kualitas manusianya. Dengan masyarakat yang sehat dan terdidik, pembangunan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah,” ujarnya.
Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah itu menuturkan, pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Dalam sektor pendidikan, kata dia, pemerataan sarana dan prasarana serta distribusi tenaga pendidik perlu mendapat perhatian. Hal tersebut penting untuk memastikan anak-anak di wilayah pedalaman maupun daerah yang sulit dijangkau tetap memperoleh layanan pendidikan yang memadai.
Begitu pula pada sektor kesehatan. Penguatan fasilitas layanan dasar dan ketersediaan tenaga kesehatan perlu dilakukan secara merata sehingga masyarakat di berbagai wilayah dapat memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya.
Faridawaty menyebut pembangunan infrastruktur memiliki posisi strategis dalam mendukung pemerataan tersebut. Infrastruktur dan konektivitas yang memadai dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar lainnya.
Karena itu, pembangunan infrastruktur menurutnya tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus ditempatkan sebagai bagian dari kebijakan yang terintegrasi dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
“Pembangunan fisik dan pembangunan kualitas manusia perlu ditempatkan dalam satu kesatuan kebijakan,” katanya.
Selain pemerataan layanan dasar, Faridawaty mengingatkan agar pembangunan Kalteng tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus berjalan seimbang dengan pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kalimantan Tengah harus dikelola dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Aktivitas pembangunan dan ekonomi jangan sampai mengorbankan keberlangsungan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
“Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan pembangunan,” tegasnya.
Ia berharap arah pembangunan daerah ke depan mampu menghadirkan manfaat yang tidak hanya dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga tetap terjaga bagi generasi berikutnya.
“Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” pungkas Faridawaty.

