Peringatan Kewaspadaan Banjir di DAS Barito: Ketua Sementara DPRD Mura Imbau Warga untuk Bersiap
MURUNG RAYA. Menghadapi musim penghujan yang mulai menunjukkan intensitas tinggi, Ketua sementara DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., Μ.Μ., S.A.P., memberikan imbauan tegas kepada warga yang bermukim di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir yang bisa terjadi akibat kenaikan debit air sungai yang signifikan.(10/10/2024)
Dalam keterangannya pada Rabu, 9 Oktober 2024, Bebie menyoroti peningkatan curah hujan yang diprediksi terus berlanjut hingga penghujung tahun. Kondisi ini, menurutnya, bisa memicu luapan air Sungai Barito secara tiba-tiba, sehingga diperlukan perhatian serius dari masyarakat setempat.
“Saat ini kita telah memasuki penghujung tahun 2024 dengan intensitas hujan yang semakin tinggi. Masyarakat di sekitar aliran Sungai Barito diimbau untuk waspada, karena air sungai dapat meluap dengan cepat akibat hujan deras yang tak kunjung reda,” ujar Bebie.
Ia juga menambahkan, potensi bencana yang dihadapi warga bukan hanya sebatas banjir. Daerah perbukitan yang mengelilingi Murung Raya juga menghadapi risiko longsor yang meningkat seiring intensitas hujan. Bebie memperingatkan agar warga di wilayah rawan longsor lebih berhati-hati, terutama saat terjadi hujan berkepanjangan.
“Warga di perbukitan juga harus lebih waspada. Hujan yang turun terus-menerus dapat menyebabkan longsor, terutama di daerah-daerah yang sudah dikenal rawan. Kita harus bersiap dan tetap waspada untuk menghindari bahaya yang lebih besar,” jelasnya.
Selain imbauan untuk tetap waspada, Bebie menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak panik saat cuaca ekstrem melanda. Ia mendorong warga untuk selalu siap menghadapi segala kemungkinan, khususnya dalam menghadapi bencana alam yang tidak dapat diprediksi.
“Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam sangat penting. Kita perlu tetap tenang namun siap, mengingat beberapa daerah sudah mulai terkena dampak banjir. Selain itu, kita juga harus waspada terhadap genangan air yang dapat mengganggu arus lalu lintas dan keselamatan di jalan raya,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi potensi kerugian dan kerusakan yang lebih besar, Bebie berharap adanya koordinasi yang solid antara warga dan instansi terkait. Menurutnya, upaya mitigasi yang efektif hanya bisa dicapai melalui kolaborasi yang baik di tingkat masyarakat dan pemerintah.
“Koordinasi dengan instansi terkait harus diperkuat. Langkah ini penting agar kita dapat bersama-sama mencegah kerusakan yang lebih luas serta memastikan bahwa warga terlindungi dengan baik dari dampak banjir dan bencana lainnya,” tutupnya.
Imbauan ini disampaikan seiring dengan prediksi cuaca yang menunjukkan curah hujan tinggi di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Murung Raya. Warga diimbau untuk tidak hanya memperhatikan kondisi lingkungan, tetapi juga menyiapkan diri secara fisik dan mental dalam menghadapi musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana.(JM)

Tinggalkan Balasan