Jurnalis Metro

Satu Wadah Informasi

Pemko Palangka Raya Respons Dugaan Keracunan MBG, 16 Warga Terdampak

Palangka Raya — Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya merespons cepat dugaan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 16 warga di Posyandu Harum Manis, Kelurahan Panarung, Kecamatan Jekan Raya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi kesehatan warga yang terdampak.

“Kepala Dinas Kesehatan bersama jajarannya sudah datang langsung ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan bagaimana kondisi warga sampai dengan hari ini,” ujar Arbert, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan guna memperoleh gambaran awal terkait kondisi pasien sekaligus menelusuri dugaan penyebab kejadian. Namun demikian, Arbert menegaskan bahwa Pemko Palangka Raya tidak berada pada posisi sebagai pengawas teknis dalam pelaksanaan program MBG.

“Pemko hanya memfasilitasi dan mendorong agar program MBG ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” jelasnya.

Terkait dugaan keracunan makanan, Pemko Palangka Raya telah meminta Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pihak dapur penyedia makanan guna mengonfirmasi proses penyediaan dan distribusi makanan.

“Dinas Kesehatan mengonfirmasi ke SPPG dan dapurnya seperti apa, tapi kita tidak menghakimi siapa pun,” tegas Arbert.

Menurutnya, koordinasi tersebut bertujuan untuk meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang tanpa mengganggu keberlanjutan program MBG yang menyasar pelajar dan kelompok masyarakat rentan.

“Ini untuk mengurangi risiko ke depan agar tidak terlalu banyak kejadian seperti ini,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 16 warga mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG di Posyandu Harum Manis. Dari jumlah tersebut, empat orang sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Ketua Posyandu Harum Manis, Isnaniyah, menyebutkan bahwa makanan yang dikonsumsi penerima manfaat terdiri atas telur mata sapi asam manis, tumis sayur, tempe, dan buah melon.

“Yang dirawat itu satu balita, satu anak usia tujuh tahun, satu ibu menyusui, dan satu ibu hamil,” ungkapnya.

Hingga Jumat sore, seluruh pasien yang sempat dirawat dilaporkan berangsur membaik. Sementara itu, Pemko Palangka Raya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari instansi berwenang untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini