Pemanfaatan Lahan Pekarangan: Solusi Kemandirian Pangan di Murung Raya
Murung Raya – Anggota DPRD Murung Raya, Lita Norfiana, S.ST, M.M, menyoroti pentingnya penguatan komitmen pemerintah dalam melibatkan rumah tangga untuk mewujudkan kemandirian pangan. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah menggerakkan kembali budaya pemanfaatan lahan pekarangan, baik di perkotaan maupun pedesaan.
“Untuk mencapai kemandirian pangan di Kabupaten Murung Raya, peningkatan produktivitas harus dilakukan melalui penerapan teknologi produksi, salah satunya dengan memanfaatkan bahan organik hayati,” ujar Lita pada Selasa (01/11/2024).
Menurut politisi Partai Demokrat ini, pemanfaatan lahan pekarangan dapat menjadi solusi efektif dalam memenuhi kebutuhan keluarga, seperti menanam berbagai komoditas, beternak, hingga budidaya ikan. Strategi ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada pasokan pangan dari luar daerah.
Namun, Lita juga mengingatkan bahwa isu perubahan iklim dan pemanasan global menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan produksi pangan. Fenomena tersebut tidak hanya memengaruhi pola tanam, tetapi juga meningkatkan risiko bencana yang berdampak pada sektor pertanian.
“Dampak perubahan iklim, seperti banjir di kawasan daerah aliran sungai (DAS), menyebabkan lahan-lahan pertanian menjadi sangat rentan. Ini jelas berpengaruh pada produktivitas pangan,” tegasnya.
Lita menambahkan, situasi ini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat, terutama dengan adanya lonjakan harga bahan pokok seperti beras di beberapa wilayah. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap teknologi pertanian ramah lingkungan, seperti pemanfaatan organik hayati, untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal.
“Kemandirian pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal adaptasi terhadap tantangan global. Dengan pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memberikan kontribusi pada upaya global menghadapi krisis pangan,” pungkasnya.
Pendekatan inovatif berbasis lingkungan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata bagi Murung Raya dalam menghadapi ancaman perubahan iklim sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.(JM)

Tinggalkan Balasan