Ketua Komisi II DPRD Kalteng Desak Pemerintah Prioritaskan Hilirisasi Ekonomi
Palangka Raya, 29 Mei 2025 – Struktur perekonomian Kalimantan Tengah dinilai belum sehat akibat masih tingginya ketergantungan pada sektor-sektor primer seperti pertambangan dan perkebunan. Kondisi ini membuat daerah rentan terhadap gejolak harga komoditas global dan dinilai belum mampu menopang pembangunan jangka panjang.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, mendesak pemerintah daerah untuk segera memprioritaskan percepatan hilirisasi ekonomi sebagai langkah strategis dalam transformasi ekonomi daerah.
“Pertumbuhan industri pengolahan mengalami kontraksi. Ini menunjukkan bahwa hilirisasi belum menjadi prioritas, padahal seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/5).
Siti menekankan pentingnya mengakhiri ketergantungan Kalimantan Tengah pada ekspor bahan mentah. Menurutnya, komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, rotan, dan hasil pertanian lainnya harus diolah di dalam daerah untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing.
“Jika terus diekspor dalam bentuk mentah, nilai ekonominya kecil. Padahal, hilirisasi bisa menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Siti mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah segera menetapkan arah baru transformasi ekonomi. Ia juga menyoroti pentingnya penyediaan infrastruktur pendukung, kemudahan perizinan, serta pelatihan bagi pelaku usaha sebagai langkah konkret memperkuat sektor hilir berbasis potensi lokal.
“Transformasi ekonomi tidak bisa ditunda lagi. Ini momentum untuk keluar dari jebakan ekonomi berbasis bahan mentah,” pungkasnya.(JM)
