Jurnalis Metro

Satu Wadah Informasi

FBIM 2026 Berakhir Meriah, Gubernur Tegaskan Semangat Huma Betang Harus Terus Dijaga

 

PALANGKA RAYA – Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 resmi ditutup oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dalam malam puncak Huma Betang Night (HBN) yang digelar di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu malam. Kegiatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.

Ribuan masyarakat memadati kawasan Bundaran Besar untuk menyaksikan penutupan ajang budaya tahunan yang selama sepekan terakhir menghadirkan berbagai pertunjukan seni, kegiatan budaya, serta hiburan yang melibatkan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan FBIM 2026. Menurutnya, pelaksanaan festival tersebut menunjukkan kemampuan Kalimantan Tengah dalam menggelar kegiatan berskala besar yang tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh dimaknai sebagai sekadar pengurangan belanja pemerintah, melainkan sebagai upaya memastikan setiap penggunaan anggaran benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

“Setiap rupiah uang rakyat harus digunakan secara efektif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, Huma Betang Night menjadi momentum ungkapan syukur atas bertambahnya usia Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus wadah mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kerukunan yang selama ini menjadi identitas masyarakat Kalimantan Tengah melalui semangat Huma Betang. Nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah menuju Kalimantan Tengah yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, dalam laporannya menyampaikan bahwa FBIM 2026 yang berlangsung pada 17 hingga 23 Mei mendapat sambutan antusias dari masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya dan kreativitas seni, festival tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Berbagai kegiatan yang digelar, termasuk Karnaval Budaya, dinilai turut mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan aktivitas usaha masyarakat.

Malam penutupan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah, kepala perangkat daerah, serta Presiden MADN Marthin Billa dan sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu juga diumumkan para pemenang Karnaval Budaya dan diserahkan Piala Bergilir Juara Umum FBIM 2026 kepada Kabupaten Barito Utara yang berhasil meraih prestasi tertinggi dalam festival tersebut.

Kemeriahan malam penutupan semakin terasa melalui penampilan drone show, pertunjukan tari tradisional, seni karungut dan badeder, serta hiburan musik dari Sangsaka Band, Ling Ling Puput, Melly Lee, hingga grup band Tipe-X yang sukses menghibur ribuan warga yang memadati lokasi acara hingga akhir kegiatan.