Jurnalis Metro

Satu Wadah Informasi

Debit Air Terus Naik, Ratusan Rumah di Bangkuang Terendam dan Akses Jalan Lumpuh

BUNTOK — Banjir yang mengepung Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, kian mengkhawatirkan. Debit air dilaporkan kembali naik, merendam ratusan rumah warga dan melumpuhkan hampir seluruh akses jalan di wilayah kelurahan tersebut.

Merespons kondisi darurat itu, Lurah Bangkuang, H. Muhammad Iqbal, turun langsung memimpin patroli siaga banjir bersama Babinkamtibmas, Babinsa, Kepala Puskesmas Bangkuang, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta Masyarakat Peduli Api (MPA), Selasa (6/1/2026). Patroli dilakukan untuk memastikan perkembangan terkini banjir sekaligus mengecek kesiapsiagaan seluruh unsur di lapangan.

“Debit air hari ini kembali naik. Kemarin tercatat 74 sentimeter, sekarang sudah mencapai 76 sentimeter. Ini menunjukkan air masih bergerak naik dan harus diwaspadai bersama,” ujar H. Muhammad Iqbal di sela patroli.

Berdasarkan data Pemerintah Kelurahan Bangkuang, dari total 5.170 jiwa atau 1.532 kepala keluarga yang tersebar di 27 RT dan 9 RW, sebanyak 263 rumah telah terendam banjir. Sedikitnya 293 KK atau 979 jiwa tercatat terdampak langsung.

Banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga meluas ke fasilitas umum dan infrastruktur vital. Dua fasilitas pendidikan, yakni TK PAUD Kelurahan Bangkuang dan TKA-TPA Hidayatussalikin, ikut terendam. Selain itu, lima jembatan, satu pasar, satu dermaga, lapangan sepak bola, serta 10 titik halaman kantor dan sekolah juga tergenang air.

Kondisi terparah terjadi pada akses jalan. Hampir 80 persen jalan umum di Kelurahan Bangkuang terendam dengan kedalaman bervariasi. Ruas jalan RT 1 hingga RT 17 sepanjang 1.500 meter tergenang setinggi 10–15 sentimeter. Sementara jalur RT 21–RT 22 sepanjang 350 meter terendam hingga 65 sentimeter.

Bahkan, jalan penghubung Bangkuang–Telang Siong (Kabupaten Barito Timur) di RT 27 terendam sedalam 110–120 sentimeter, sehingga akses transportasi nyaris lumpuh total. Banjir juga merendam sedikitnya 35 titik perkebunan dan persawahan warga, yang mengancam sumber penghidupan masyarakat setempat.

Lurah Bangkuang menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif serta koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Warga diimbau tetap waspada dan segera melapor apabila terjadi kondisi darurat.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami siaga penuh dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” pungkas H. Muhammad Iqbal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini