Semangat Toleransi di Hari Nyepi, IPJI Kalteng Kunjungi Ketua DPRD dan Gaungkan Harmoni Nusantara
Palangka Raya, 20 Maret 2026 — Momentum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 menjadi ruang refleksi sekaligus mempererat nilai toleransi antarumat beragama di Kalimantan Tengah. Di tengah suasana hening yang sarat makna, Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (DPW IPJI) Kalimantan Tengah menunjukkan kepeduliannya dengan melakukan kunjungan silaturahmi kepada Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Arton Dohong, yang tengah merayakan Nyepi.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Picrol Hidayat selaku Ketua DPW IPJI Kalteng yang diwakili oleh sekretaris bersama sejumlah pengurus. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata penghormatan terhadap keberagaman yang hidup di tengah masyarakat.
Hari Raya Nyepi tahun ini secara kalender jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026, dengan pelaksanaan rangkaian penyepian berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2026. Perayaan Nyepi identik dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian selama 24 jam, yakni tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, serta tidak menikmati hiburan. Keheningan ini dimaknai sebagai waktu untuk introspeksi diri dan penyucian batin.
Sebelumnya, umat Hindu telah menjalani serangkaian ritual sakral seperti Melasti, Tawur Kesanga, hingga pawai Ogoh-ogoh yang menjadi simbol pembersihan unsur negatif sebelum memasuki tahun baru Saka.
Dalam kesempatan tersebut, DPW IPJI Kalteng menyampaikan ucapan selamat kepada Arton Dohong serta seluruh umat Hindu yang merayakan. Ketua DPW IPJI Kalteng melalui perwakilannya menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 bagi seluruh umat Hindu yang merayakan. Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju,” ujarnya.
Kunjungan ini mencerminkan semangat kebersamaan lintas iman yang terus dirawat di Kalimantan Tengah. Dalam keheningan Nyepi, tersirat pesan kuat bahwa harmoni tidak hanya dibangun melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata saling menghormati.
Di tengah dinamika kehidupan yang kian kompleks, peringatan Nyepi menjadi pengingat bahwa kedamaian bermula dari diri sendiri—dan dari sana, menjalar menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan bangsa.

