Manajemen RSUD Doris Sylvanus Berjuang Lunasi Warisan Utang
Palangka Raya, 2 Juni 2025 — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Doris Sylvanus Palangka Raya tengah menghadapi krisis internal yang berdampak pada kesejahteraan tenaga kesehatan serta pelayanan terhadap pasien. Dugaan krisis ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun media sosial Kaltengpedia, yang mengungkapkan kekhawatiran masyarakat terhadap keberlangsungan layanan di rumah sakit rujukan tertinggi di Kalimantan Tengah tersebut.
Dalam unggahan itu, disebutkan adanya keraguan terhadap kinerja manajemen rumah sakit, khususnya efektivitas pengawasan internal serta peran Dewan Pengawas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kondisi keuangan yang kritis dinilai menghambat operasional rumah sakit dan berpotensi mengancam hak masyarakat atas layanan kesehatan yang layak.
Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Doris Sylvanus, dr. Suyuti Syamsul, memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @suyuti_syamsul. Ia membenarkan bahwa rumah sakit saat ini sedang menghadapi tekanan likuiditas yang berat akibat utang warisan dari manajemen sebelumnya.
“Memang RSUD Doris sedang menghadapi tekanan likuiditas yang sangat berat akibat peninggalan utang manajemen lama yang jumlahnya sangat banyak,” ungkap Suyuti, Jumat (2/5/2025).
Menurutnya, manajemen baru saat ini tengah berupaya keras menyelesaikan beban utang dan memulihkan kondisi keuangan rumah sakit. Sejumlah kemajuan telah dicapai, di antaranya pelunasan sebagian utang kepada penyedia obat dan tenaga kepegawaian.
“Sebagian pending obat dari penyedia sudah bisa dibuka, sehingga obat yang tersedia bertambah. Utang kepegawaian juga sudah teratasi sebagian,” jelasnya.
Namun, Suyuti mengakui proses pemulihan keuangan tidak bisa dilakukan secara instan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah disebut tidak dapat memberikan bantuan dana segar, karena regulasi tidak memperkenankan APBD menutupi defisit akibat kesalahan kelola keuangan.
Sebagai langkah efisiensi, manajemen telah memangkas tunjangan para pengelola rumah sakit untuk membantu membayar utang. Suyuti memperkirakan kondisi keuangan RSUD Doris baru akan stabil pada akhir tahun 2026.
“Perkiraan kami, persoalan keuangan RS Doris baru bisa stabil kembali akhir tahun depan dan kembali bisa surplus,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan dari masyarakat. “Saya dan jajaran manajemen dengan dukungan penuh Pak Gubernur berkomitmen menyelesaikan seluruh masalah yang sedang dihadapi RSUD Doris semaksimal dan secepat mungkin,” tutupnya.(JM)
