Jembatan Darurat Bangkuang Membahayakan Warga, Dugaan Kelalaian Pengawasan Proyek Menguat
Buntok — Kondisi jembatan darurat di jalan lintas Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, menuju Kecamatan Paju Epat, Barito Timur, kembali memicu keresahan warga. Fasilitas sementara yang seharusnya menjamin kelancaran mobilitas justru menjadi ancaman keselamatan bagi ribuan pengguna jalan.
Jembatan darurat itu merupakan akses vital penghubung Bangkuang–Telang Siong, namun kini berada dalam kondisi nyaris tak layak dilalui. Berdasarkan pantauan warga di lapangan, struktur jembatan tampak rapuh, licin, serta tidak mampu menahan beban kendaraan tertentu. Khusus untuk pengendara roda empat, risiko yang ditimbulkan semakin tinggi karena sejumlah bagian jembatan terlihat melengkung dan bergeser.
Sejumlah warga menduga persoalan ini terjadi akibat lemahnya pengawasan proyek maupun keterlambatan penyelesaian pembangunan jembatan permanen. Mereka mempertanyakan tanggung jawab pihak kontraktor dan instansi teknis yang seharusnya memastikan keberadaan jembatan darurat aman digunakan selama proyek berlangsung.
Bakrin (58), warga Kelurahan Bangkuang, mengaku cemas setiap kali melintasi jembatan tersebut.
“Sangat mengkhawatirkan. Setiap lewat kami was-was, apalagi kalau ada mobil yang melintas bersamaan. Kondisinya memang tidak layak,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (30/11/2025).
Menurut Bakrin, kondisi jembatan yang terus memburuk menunjukkan tidak adanya penanganan serius dari pihak terkait. Ia menilai keselamatan masyarakat telah terabaikan, padahal jembatan darurat ini menjadi satu-satunya akses bagi warga untuk bekerja, berbelanja, hingga mengakses fasilitas layanan publik.
“Kami mohon ada perhatian. Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” tegasnya.
Warga lainnya menilai lambannya respons ini dapat mengindikasikan adanya ketidaktepatan perencanaan maupun kelalaian dalam manajemen risiko di lapangan. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak kontraktor segera mengambil tindakan konkret, mulai dari evaluasi struktur jembatan darurat, pemasangan rambu pengamanan, hingga percepatan penyelesaian proyek inti.
Desakan masyarakat semakin kuat agar proyek pembangunan akses Bangkuang–Telang Siong diselesaikan tepat waktu. Bagi warga, keselamatan dan kelancaran akses bukan sekadar kebutuhan, tetapi hak yang wajib dipenuhi oleh pemerintah dan pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyek tersebut.

Tinggalkan Balasan