GP Ansor dan Banser Kalteng Cetak Kader Militan Lewat PKL dan DTD
Palangka Raya — Gerakan Pemuda Ansor bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kalimantan Tengah menuntaskan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang berlangsung selama tiga hari.
Kegiatan yang bertujuan memperkuat kapasitas dan kualitas kader ini digelar di Aula Asrama Haji, Jalan G. Obos, Palangka Raya, dan resmi ditutup pada Minggu (3/8), dengan diikuti oleh 105 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Prosesi penutupan dilangsungkan secara khidmat dan ditandai dengan pembaiatan kader, sebagai simbol ikrar setia dalam mengemban amanah organisasi serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua GP Ansor Kalimantan Tengah, Arjoni, menyampaikan bahwa kaderisasi merupakan bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tangguh, berkarakter, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.
“Kegiatan ini adalah bagian dari target besar kami, yakni mencetak sepuluh ribu kader militan. Pembinaan melalui pelatihan seperti ini sangat krusial dalam memperkuat struktur organisasi dan peran kader di masyarakat,” ujar Arjoni.
Ia menjelaskan, selama pelatihan, peserta menerima materi seputar wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta penguatan disiplin dan karakter. Seluruh rangkaian program dirancang untuk memperkuat peran strategis GP Ansor dan Banser, tidak hanya sebagai penjaga ulama, tetapi juga sebagai pelindung ideologi negara.
Tak hanya fokus pada aspek kaderisasi internal, GP Ansor Kalimantan Tengah juga menegaskan kontribusinya terhadap pembangunan daerah. Salah satunya melalui dukungan terhadap program cetak sawah dan ketahanan pangan, yang dinilai sebagai langkah konkret dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah Kalimantan Tengah.
“GP Ansor dan Banser akan terus hadir dalam berbagai program pembangunan, termasuk di sektor ketahanan pangan. Ini adalah wujud peran nyata kami dalam mendorong kemajuan daerah,” tegas Arjoni.
Dengan berakhirnya PKL dan DTD ini, GP Ansor Kalimantan Tengah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki wawasan kebangsaan dan keislaman yang kuat, tetapi juga siap mengambil peran aktif dalam menjaga stabilitas sosial serta mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.
