Jurnalis Metro

Satu Wadah Informasi

BPBD Kalteng Perkuat Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla 2026

Palangka Raya — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 melalui rapat koordinasi yang digelar secara daring, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini diikuti kepala pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Provinsi Kalimantan Tengah, serta BPJS Ketenagakerjaan wilayah setempat.

Sambutan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah disampaikan Sekretaris BPBD Kalteng, Noor Aswad. Ia menegaskan kesiapsiagaan dan pencegahan dini menjadi kunci utama pengendalian karhutla, terutama menjelang musim kemarau 2026.

“Kesiapan harus dilakukan sejak awal. Pencegahan menjadi kunci agar kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperluas jangkauan pengendalian karhutla, termasuk melalui penguatan posko dan pos lapangan di wilayah rawan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Alpius Patanan, memaparkan langkah penanganan selama status siaga darurat karhutla sesuai Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 24 Tahun 2017.

Penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari pengkajian cepat, penguatan posko, penyediaan kebutuhan dasar dan perlindungan kelompok rentan, patroli gabungan, hingga pemantapan sarana pemadaman dan penegakan hukum.

Menurutnya, upaya tersebut juga mencakup optimalisasi sumur bor, pembuatan sekat bakar dan sekat kanal, mobilisasi relawan, penggunaan sistem peringatan dini, serta penyebaran informasi larangan dan bahaya karhutla kepada masyarakat.

Dari sisi cuaca dan iklim, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalteng, Anton Budiyono, menyampaikan faktor iklim perlu menjadi perhatian dalam penyusunan langkah antisipasi karhutla 2026. BMKG memperkirakan potensi El Nino lemah pada tahun tersebut, sementara musim kemarau diprediksi cenderung berada pada kategori sebagian di bawah normal sehingga kesiapsiagaan seluruh pihak perlu ditingkatkan.

Melalui rapat koordinasi ini, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi lintas sektor dan wilayah guna mewujudkan pengendalian karhutla yang berkelanjutan. Pemerintah daerah berharap kolaborasi seluruh pihak mampu menciptakan Kalimantan Tengah yang bebas kabut asap, karhutla terkendali, serta masyarakat yang lebih aman dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini