Ada Perbaikan Jembatan Sei Katingan, Pengguna Jalan Diminta Atur Waktu Perjalanan
KATINGAN — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) akan melakukan perbaikan Jembatan Sei Katingan di Kabupaten Katingan. Selama pekerjaan berlangsung, arus lalu lintas di jembatan tersebut akan diberlakukan sistem buka-tutup.18/08)
Berdasarkan pemberitahuan resmi BPJN Kalimantan Tengah, rekayasa lalu lintas diberlakukan untuk mendukung proses perbaikan jembatan agar pekerjaan dapat berjalan aman dan lancar.
Sistem buka-tutup dijadwalkan berlangsung mulai 20 Agustus hingga 21 September 2026. Pengaturan arus kendaraan diberlakukan dari dua arah, baik dari Palangka Raya maupun Sampit.
Untuk memastikan kelancaran lalu lintas, petugas gabungan dari Satlantas Polres Katingan dan Dinas Perhubungan akan disiagakan di pos penjagaan sebelum dan sesudah jembatan. Antrean kendaraan akan diatur secara bergantian selama masa pekerjaan.
Selain pengaturan arus, BPJN juga menetapkan pembatasan terhadap jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas. Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan dengan muatan maksimal 8 ton dan lebar maksimal 3 meter masih dapat melintasi jembatan.
BPJN juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk memperhatikan jadwal penutupan total yang diberlakukan pada saat pekerjaan tertentu, khususnya ketika dilakukan pengecoran lantai jembatan.
Penutupan total dijadwalkan pada 28 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB hingga 06.00 WIB dan 8 September 2026 pukul 21.00 WIB hingga 06.00 WIB.
Dalam kondisi penutupan total tersebut, kendaraan darurat menjadi perhatian khusus. Kendaraan-kendaraan yang memiliki sifat prioritas diperbolehkan melintas dengan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.
BPJN Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat agar menyesuaikan waktu perjalanan dan memperhatikan informasi mengenai rekayasa lalu lintas sebelum melintasi kawasan Jembatan Sei Katingan.
Masyarakat juga diminta mematuhi seluruh arahan petugas selama pekerjaan berlangsung demi menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran proses perbaikan jembatan.
Dengan adanya sistem buka-tutup tersebut, pengguna jalan yang hendak melintasi Jembatan Sei Katingan diharapkan mengantisipasi kemungkinan antrean dan mengatur waktu perjalanan selama masa pekerjaan berlangsung.

