Jurnalis Metro

Satu Wadah Informasi

Gubernur Kalteng Puji Dedikasi 25 Tahun Mgr Aloysius Rawat Kerukunan di Bumi Tambun Bungai

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menghadiri Perayaan Syukur 25 Tahun Tahbisan Uskup Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Kamis (7/5/2026).

Perayaan tersebut menandai seperempat abad pengabdian Mgr Aloysius sebagai Uskup Palangkaraya dalam membina umat sekaligus memperkuat semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Mgr Aloysius mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan pelayanannya selama 25 tahun di Bumi Tambun Bungai. Ia menilai masyarakat Kalimantan Tengah memiliki budaya hidup yang harmonis di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang.

Menurutnya, nilai toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kedamaian dan persatuan daerah.

“Selama melayani di Kalimantan Tengah, saya merasakan kuatnya semangat persaudaraan dan kebersamaan antarumat beragama. Nilai itu menjadi kekuatan besar dalam menjaga keharmonisan daerah,” ujarnya.

Mgr Aloysius dikenal sebagai Uskup kedua Keuskupan Palangka Raya yang aktif mendorong kehidupan keagamaan sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat lintas agama di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas dedikasi Mgr Aloysius yang dinilai konsisten menjaga kerukunan dan membangun nilai moral masyarakat selama memimpin umat Katolik di Kalimantan Tengah.

Ia menegaskan, tokoh agama memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat.

“Tokoh agama memiliki kontribusi besar dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, menjaga toleransi, dan memperkuat persatuan,” kata Agustiar.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat kebersamaan dan nilai Huma Betang sebagai identitas masyarakat Kalimantan Tengah.

Menurutnya, keberagaman harus menjadi kekuatan bersama dalam mendukung pembangunan daerah menuju Kalimantan Tengah yang maju, sejahtera, dan bermartabat.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Mgr Aloysius kepada Gubernur Agustiar Sabran sebagai simbol persaudaraan dan keharmonisan antarumat beragama di Kalimantan Tengah.