Keluhan Warga Soal Sungai Karau Berbanding Terbalik dengan Penghargaan PT Bartim Coalindo
BARITO TIMUR – Protes warga Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, terkait dugaan dampak aktivitas pertambangan PT Bartim Coalindo kembali mencuat. Pemberian piagam penghargaan dari Bupati Barito Timur M. Yamin kepada perusahaan tersebut justru memicu polemik dan beragam tanggapan di tengah masyarakat.
Hermanto, warga Jembatan Dua,
Kecamatan Dusun Tengah, menyampaikan bahwa keluhan warga mengenai dampak lingkungan dari aktivitas tambang telah berlangsung cukup lama. Ia sebelumnya turut mendampingi Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu saat melakukan inspeksi mendadak ke lokasi operasional PT Bartim Coalindo beberapa hari lalu.
Menurut Hermanto, dari hasil peninjauan lapangan terdapat sejumlah indikasi dampak lingkungan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Ia menyebut perubahan kualitas air Sungai Munte anak Sungai Karau serta kerusakan ekosistem di sekitar wilayah tambang sebagai keluhan utama masyarakat.
“Warga sudah lama menyampaikan keluhan terkait kondisi lingkungan. Perubahan kualitas air sungai dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Barito Timur justru memberikan piagam penghargaan kepada PT Bartim Coalindo atas partisipasi perusahaan dalam penanganan dampak banjir di wilayah tersebut. Kebijakan ini memunculkan perbedaan pandangan di kalangan masyarakat, terutama bagi warga yang merasa terdampak aktivitas pertambangan.
Misdianto, warga Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, juga menyampaikan hal serupa. Ia menilai aktivitas pertambangan diduga berpengaruh terhadap kualitas lingkungan, termasuk kondisi Sungai Karau dan lahan di sekitar permukiman warga.
Sebagai warga yang mengaku merasakan langsung dampak tersebut, Misdianto berharap pemerintah daerah melakukan peninjauan serta evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan agar tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut bagi masyarakat.
“Pemberian penghargaan itu memicu beragam tanggapan di tengah masyarakat. Sebagian warga menilai langkah pemerintah daerah tidak sejalan dengan kondisi lingkungan yang mereka alami saat ini,” kata Misdianto di Ampah, Sabtu (7/2/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Bartim Coalindo belum memberikan keterangan resmi terkait protes warga. Pemerintah Kabupaten Barito Timur juga belum menyampaikan penjelasan lanjutan mengenai tindak lanjut hasil inspeksi mendadak yang telah dilakukan sebelumnya.

