Strategi Pemkab Murung Raya Dituntut Atasi Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok di Pelosok
Puruk Cahu – Wakil Ketua II DPRD Murung Raya, Rahmanto Muhidin, mendesak Pemerintah Kabupaten Murung Raya untuk segera mengambil langkah strategis dalam mengatasi tingginya harga kebutuhan pokok di daerah pelosok, khususnya Desa Tokung dan Desa Olung Balo di Kecamatan Tanah Siang. Permintaan tersebut disampaikan Rahmanto berdasarkan aspirasi yang ia serap selama reses masa sidang pertama 2024.
“Saya menerima keluhan masyarakat Desa Tokung mengenai tingginya harga kebutuhan pokok yang sangat berbeda dibandingkan ibu kota kecamatan di Kelurahan Saripoi. Masalah ini disebabkan oleh buruknya akses jalan menuju desa tersebut,” ujar Rahmanto di Puruk Cahu, Senin (25/11).
Menurut Rahmanto, kondisi jalan yang hanya bisa dilalui kendaraan dengan penggerak ganda (double gardan) dan menjadi sulit dilewati saat musim hujan menjadi kendala utama distribusi barang. Hal ini menyebabkan harga sembako dan kebutuhan lainnya melambung, membuat masyarakat di Desa Tokung kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Rahmanto meminta agar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Murung Raya segera berperan aktif dalam memfasilitasi transportasi kebutuhan pokok ke pelosok. “Jika pemerintah kabupaten tidak cepat tanggap, inflasi di daerah-daerah ini akan terus meningkat, bahkan berpotensi menyebabkan krisis pangan,” tegasnya.
Masalah Serupa di Desa Olung Balo
Tidak hanya di Desa Tokung, kondisi serupa juga terjadi di Desa Olung Balo yang memiliki tiga rukun tetangga (RT) dengan jarak tempuh antar-RT cukup jauh. Menurut Rahmanto, akses jalan yang buruk membuat distribusi kebutuhan pokok terhambat dan memperburuk keadaan masyarakat, terutama saat musim penghujan.
“Dinas PUPR perlu segera turun tangan untuk survei dan memperbaiki jalan di Desa Olung Balo. Jika dibiarkan, masyarakat berisiko mengalami kelaparan akibat sulitnya akses distribusi,” tambahnya.
Selain persoalan infrastruktur, Rahmanto juga menyoroti sejumlah masalah lain di dua desa tersebut, seperti minimnya kedisiplinan tenaga kesehatan, kualitas pendidikan yang rendah, dan buruknya kondisi jembatan gantung penghubung antara Desa Tokung dan Desa Olung Balo.
Langkah Cepat Pemerintah Diharapkan
Rahmanto menekankan bahwa keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten melalui Dinas PUPR dan Dinas Perindagkop UKM, sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan dinilai menjadi langkah awal yang penting untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok serta mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah pelosok.
“Masyarakat tidak membutuhkan janji, melainkan aksi nyata dari pemerintah. Situasi ini bukan hanya soal harga sembako, tetapi juga menyangkut kesejahteraan, akses pendidikan, hingga kesehatan. Jika tidak ada langkah strategis, masyarakat di pelosok akan terus tertinggal,” tutup Rahmanto.
Dengan tingginya urgensi permasalahan ini, perhatian serius dari pemerintah daerah menjadi harapan utama masyarakat di Desa Tokung dan Desa Olung Balo. Aksi cepat dan terintegrasi diharapkan mampu memberikan solusi untuk meningkatkan kualitas hidup di daerah terpencil.(JM)

Tinggalkan Balasan