“Kreativitas Tanpa Batas dalam Irama”: Semangat Isen Mulang di Panggung Modern Dance dan Mural Competition Taman Budaya Kalteng
Palangka Raya — Irama musik menggema di Gedung Taman Budaya Kalimantan Tengah. Gerak ritmis, ekspresif, dan penuh energi mewarnai setiap hentakan kaki para penari muda yang tampil di panggung. Sorak penonton berpadu dengan dentuman musik modern, melahirkan suasana yang bukan sekadar kompetisi—tetapi perayaan kreativitas generasi muda Kalimantan Tengah.
Melalui tema “Kreativitas Tanpa Batas dalam Irama,” Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah, melalui UPT Taman Budaya, menggelar Modern Dance Competition 2025. Kegiatan bertempat di Panggung terbuka UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah ini, Menjadi ruang ekspresi yang memadukan semangat, disiplin, dan karya anak muda yang berani menampilkan jati diri mereka di tengah derasnya arus globalisasi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Seniriaty, M.M.Kes, melalui Kepala UPT Taman Budaya, Wildae D. Binti, menyampaikan bahwa ajang ini bukan sekadar lomba tari modern semata, tetapi juga wadah untuk menyalurkan energi kreatif anak muda dalam bentuk yang positif dan berkarakter.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri melalui seni tari modern — sebuah bentuk seni yang dinamis, kreatif, dan menggambarkan semangat zaman,” ujar Wildae di hadapan awak media, Rabu (05/11/2025)
“Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang begitu cepat, kreativitas menjadi kunci agar anak muda Indonesia mampu bersaing dan tetap berkarakter,” lanjutnya.
Babak penyisihan kompetisi ini telah digelar pada 25 Oktober 2025, dan dari puluhan peserta, enam regu terbaik berhasil melangkah ke babak final. Setiap kelompok menampilkan koreografi yang tidak hanya memukau dari sisi teknik, tetapi juga membawa pesan semangat, kebersamaan, dan optimisme anak muda Kalimantan Tengah.
“Melalui kompetisi ini, kita melihat bagaimana seni tari modern dapat menjadi media komunikasi universal, menyatukan energi, emosi, dan nilai-nilai budaya kontemporer tanpa batas bahasa,” ungkap Wildae D. Binti.
Ia menambahkan, di atas panggung itu bukan sekadar tubuh yang bergerak, tetapi jiwa muda yang menari — menghidupkan nilai kerja keras, disiplin, dan kolaborasi.
Tak hanya tari, Lomba Mural juga turut memeriahkan kegiatan ini. Lomba seni lukis dinding itu menghadirkan karya-karya visual yang sarat pesan dan warna, memperindah lingkungan sekaligus membuka ruang dialog antara seni dan masyarakat.
Melalui sapuan kuas di tembok Taman Budaya, para peserta muda menyampaikan pesan tentang semangat kebersamaan, pelestarian budaya, dan kecintaan terhadap daerah.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Taman Budaya Kalimantan Tengah bukan hanya ruang pelestarian seni tradisi, tetapi juga laboratorium kreatif bagi inovasi generasi muda.
“Di sinilah semangat Isen Mulang diwujudkan melalui gerak, ritme, dan harmoni,” kata Wildae, menegaskan makna filosofi yang mengakar dalam identitas masyarakat Kalimantan Tengah.
Dia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi sejak babak penyisihan hingga final.
“mereka semua adalah contoh nyata dari semangat anak muda kreatif, berprestasi, dan berbudaya. Melalui seni, mereka menunjukkan bahwa modernitas tidak berarti kehilangan akar budaya,” ujarnya lagi.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini mencerminkan jiwa muda yang tangguh dan terbuka terhadap perubahan zaman. Setiap gerakan adalah simbol adaptasi; setiap tarian adalah pernyataan bahwa anak-anak muda Kalimantan Tengah siap menghadapi dunia global dengan percaya diri, tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang membentuk jati diri mereka.
Di panggung Taman Budaya Kalimantan Tengah, gerak dan warna menjadi bahasa universal — bahasa yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu irama: irama kreativitas tanpa batas.

Tinggalkan Balasan